Jumat, 11 Agustus 2017

Malam Inagurasi

Penutupan adalah rangkaian acara yang diadakan suatu kelompok untuk mengakhiri kegiatan-kegiatan yang dilakukan di suatu Desa. Pada penutupan ini dirayakan ibu kepala Desa Juluk yaitu dengan mengajak mahasiswa KKN 31 UTM untuk mengadakan acara penutupan yaitu dengan makan bersama yang dihadiri oleh beberapa perangkat Desa Juluk. 

Kemudian menuju ke tempat Kedai HK yang terletak di Sumenep Kota, acara dimulai dengan foto bersama dilanjutkan dengan makan malam. Setelah acara makan bersama selesai dilanjutkan dengan kesan dan pesan oleh teman-teman KKN 31 UTM selama berada di Desa Juluk kemudian kesan dan pesan dari kepala Desa dan juga perangkat yang lain. Acara penutupan tersebut berlangsung haru bahagia untuk melepas mahasiswa KKN 31 UTM yang selama 26 hari bersama masyarakat Desa Juluk, suka maupun duka yang sudah terlewati bersama

Share:

Senin, 07 Agustus 2017

TONGKOL PISANG DISULAP MENJADI NUGET


Dapat diketahui bahwasannya di Desa Juluk merupakan desa yang memiliki banyak potensi salah satunya dalam bidang pertanian meliputi tembakau, jagung, singkong dan pisang. Mengenai pisang, merupakan buah yang memiliki kaya manfaat karena didalamnya terdapat nilai gizi yang baik. Selain buahnya yang sering dikonsumsi, jantung/tongkol pisang juga banyak mengandung vitamin yakni vitamin A, B1, C dan juga jantung pisang kaya mineral seperti fosfor, kalsium dan Fe (Zat besi). Dengan itu sebagai salah satu alasan masyarakat Desa Juluk untuk di tanam sekaligus karena pisang dapat dijadikan sebagai komoditi. Pada Desa Juluk pisang dikelola oleh masyarakat sebagai bentuk camilan yang masih sederhana yakni berupa kripik pisang. Akan tetapi hanya berhenti disitu saja yakni olahan kripik pisang dengan itu dapat dikatakan masih kurang dalam pengembangan pegelolahan pisang yang lebih kreatif dan variatif. Selain buahnya pada pisang, jantung pisang juga dapat diolah menjadi Nugget, maka dari itu mahasiswa KKN UTM kelompok 31 berinovasi dalam pengembangan pengelolahan jantung pisang yakni Nugget jantung/tongkol pisang.
Nugget jantung/tongkol pisang adalah produk olahan jantung pisang yang berbentuk nugget. Proses pembuatan Nugget jantung/tongkol pisang memerlukan bahan yang sederhana seperti jantung pisang, maizena, tepung terigu, tepung panir, bumbu, telur, danminyak goreng. Untuk cara membuatnya pertama mengupas jantung pisang hingga bagian terdalam dan kukus tongkol pisang selama 30 menit. Kemudian menghaluskan jantung pisang yang sudah dikukus. Lalu mencampurkan jantung pisang yang telah halus dengan tepung terigu dan 2 butir telur. Menghaluskan bumbu dan campurkan bumbu tersebut dengan jantung pisang hingga merata, lalu tuangkan kedalam cetakan kemudian kukus kurang lebih 45 menit. Setelah adonan matang, angkat lalu biarkan hingga dingin, setelah dingin lalu dipotong sesuai selera, celupkan nugget kedalam adonan telur dan dilumuri tepung panir setelah itu digoreng.
Tujuan dari pembuatan nugget jantung/tongkol pisang ini agar masyarakat jauh lebih kreatif dalam mengembangkan potensi lokal yang berupa jantung pisang. Karena sifat dari nugget ini hanya memerlukan bahan yang gampang dan mudah hanya butuh ketelatenan. Sasaran dari produk ini adalah masyarakat sekitar desa juluk, Sedangkan dalam pelaksanan bagaimana cara pembuatannya yaitu dalam bentuk sosialisasi dan praktik yang mana dilakukan oleh Mahasiswa KKN UTM kelompok 31. Sosialisasi yang mereka dapat yaitu memberikan pemahaman mengenai nugget jantung/tongkol pisang dari bahan, pembuatan dan pengemasan sampai manfaat dan praktik yaitu bagaimana cara membuat nugget jantung/tongkol pisang secara langsung di tunjukkan kepada peserta. Dapat dikatakan masyarakat cukup antusias dalam menerima materi dan turut andil dalam mempraktikkan olahan produk nugget jantung/tongkol pisang sebagai bentuk inovasi.
Share:

Minggu, 06 Agustus 2017

Sosialisasi Fermentasi Pakan Ternak dari Pelepah Pisang bersama KKN 31 UTM


Dapat diketahui bahwsaannya desa juluk merupakan desa yang memiliki berbagai potensi lokal yakni dari bidang pertanian, sampai dengan peternakan. Berbicara mengenai peternakan di desa juluk rata-rata masyarakatnya memelihara sapi. Cara mereka dalam memelihara sapi khususnya untuk pemberian pakan, mereka masih memanfaatkan rumput atau sisa hasil tani seperti halnya jerami padi yang hanya bisa di dapat pada musim tertentu. Karena di Desa Juluk banyak potensi pisang dan pelepah pisang hanya dibuang cuma-cuma,  maka dari itu agar mempermudah para peternak dalam pencarian pakan ternak mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi mengenai fermentasi pakan ternak dari pelepah pisang.  
Cara fermentasi pakan ternak ini dilakukan dengan menyiapkan bahan seperti gedebog pisang, deg-deg, probiotik dan.....tujuan dari diadakan kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai fermentasi pakan ternak agar masyarakat lebih inovatif dalam memberikan pakan terhadap ternaknya, bukan hanya dengan rumput saja melainkan dengan tumbuhan lain yang bisa didapatkan lebih mudah, terutama pelepah pisang. Manfaat yang diperoleh dari melakukan fermentasi pakan ternak  dari pelepah pisang dapat menjadikan sapi lebih terjaga kesehatannya, lebih cepat pertumbuhan dan bobot sapi dapat cepat bertambah serta kencingnya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Dalam pelaksanaannya yakni dalam bentuk sosialisasi dan praktik, yang mana sosialisasi dengan memberikan pemahaman mengenai fermentasi pakan ternak dari pelepah pisang agar masyarakat mengerti manfaat dan perkembangan pertumbuhan ternak setelah menggunakannya. Sedangkan untuk praktik yakni cara membuat fermentasi pakan ternak dari pelepah pisang secara langsung ditunjukkan kepada masyarakat dengan bahan yang sudah dipersiapkan. Sasaran dari proker ini adalah masyarakat sekitar Desa Juluk yang memiliki ternak. Masyarakat dalam mengikuti agenda ini cukup antusias yang mana dapat dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan bagaimana cara membuat dan ikut partisipatif untuk mencoba praktik. Yang langsung di arahkan oleh Dr. Abdurrahman S.Ag. M.Ei selaku dosen dan pemateri yang didatangkan langsung dari Universitas Trunojoyo Madura. Hasilnya masyarakat sangat antusias untuk mempraktekkan sendiri setelah sosialisasi.
Share:

Jumat, 04 Agustus 2017

OLAHAN TAPE PISANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN INOVASI DAN NILAI TAMBAH BUAH PISANG

Desa Juluk merupakan desa yang memiliki banyak potensi salah satunya dalam bidang pertanian meliputi tembakau, jagung, singkong dan pisang. Mengenai pisang, merupakan buah yang memiliki kaya manfaat karena didalamnya terdapat nilai gizi yang baik yakni mengandung vitamin C, B komplek B6 dan juga pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, bes, kalsium dan sebagainya. Dengan itu sebagai salah satu alasan masyarakat Desa Juluk untuk di tanam sekaligus karena buah pisang dapat dijadikan sebagai komoditi. Pada Desa Juluk pisang dikelola oleh masyarakat sebagai bentuk camilan yang masih sederhana. Sepertinya olahan kripik pisang dan pisang goreng saja,  dengan itu dapat dikatakan masih kurang dalam dalam pengembangan pegelolahan pisang yang lebih kreatif dan variatif. Maka mahasiswa KKN UTM berinovasi dalam pengembangan pengelolahan buah pisang yakni Tape Pisang.
Tape Pisang adalah produk olahan buah pisang yang di fermentasi. Proses pembuatan tape pisang memerlukan bahan yang sederhana yaitu pisang, ragi dan gula. Untuk cara pembuatan yaitu kupas kulit pisang dan potong pisang sesuai selera, kemudian cuci pisang hingga bersih. Kemudian Kukus pisang hingga matang  ± 30 menit, kemudian ditiriskan sampai dingin, Setelah pisang dingin, taburkan ragi yang sudah dihaluskan hingga merata Setelah itu, masukan pisang kedalam besek yang sudah dilapisi dengan daun pisang, kemudian tutup dan tunggu ± 2-3 hari.

Tujuan dari pembuatan Tape pisang ini agar masyarakat jauh lebih kreatif dalam mengembangkan potensi lokal yang berupa buah pisang. Sasaran dari produk Tape pisang ini adalah masyarakat sekitar desa juluk, Sedangkan dalam pelaksanan bagaimana cara pembuatannya yaitu dalam bentuk sosialisasi dan praktik yang mana dilakukan oleh Mahasiswa KKN UTM kelompok 31. sosialisasi yang mereka lakukan yaitu memberikan pemahaman mengenai Tape pisang pisang, mulai dari pembuatan dan pengemasan sampai manfaat dan praktik yaitu bagaimana cara membuat Tape pisang secara langsung di tunjukkan kepada peserta. Dapat dikatakan masyarakat cukup antusias dalam menerima materi dan turut andil dalam mempraktikkan olahan produk Tape Pisang buah pisang sebagai bentuk inovasi dan masyarakat juga ingin membuat dirumah masing-masing.
Share:

OLAHAN FRUIT LEATHER PISANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN INOVASI DAN NILAI TAMBAH BUAH PISANG

Dapat diketahui bahwasannya di Desa Juluk merupakan desa yang memiliki banyak potensi salah satunya dalam bidang pertanian meliputi tembakau, jagung, singkong dan pisang. Mengenai pisang, merupakan buah yang memiliki kaya manfaat karena didalamnya terdapat nilai gizi yang baik yakni mengandung vitamin C, B komplek B6 dan juga pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, bes, kalsium dan sebagainya. Dengan itu sebagai salah satu alasan masyarakat Desa Juluk untuk di tanam sekaligus karena buah pisang dapat dijadikan sebagai komoditi. Pada Desa Juluk pisang dikelola oleh masyarakat sebagai bentuk camilan yang masih sederhana yakni berupa kripik pisang yang dinaungi oleh salah satu pemilik home industri bernama ibu Hamidah. Akan tetapi hanya berhenti disitu saja yakni olahan kripik pisang dengan itu dapat dikatakan masih kurang dalam dalam pengembangan pegelolahan pisang yang lebih kreatif dan variatif. Maka mahasiswa KKN UTM berinovasi dalam pengembangan pengelolahan buah pisang yakni fruit leathers.
Fruit leathers adalah produk olahan buah yang berbentuk lembaran tipis dan kering. Proses pembuatan fruit leathers pisang memerlukan bahan yang sederhana seperti pisang, gula dan air. Untuk cara membuatnya potong kecil-kecil buah pisang (sesuai selera), campurkan dengan air dan gula (sesuai selera), kemudian blender hingga bahan tercampur dan di dapatkan tektur halus. Tuangkan adonan tadi pada panci atau wajan, kemudian dipanaskan dengan api kecil hingga di dapatkan adonan bubur, setelah itu angkat adonan. Lalu poleskan pada kertas minyak yang ada di atas loyang. Dengan ketebalan polesan 3 ml (sesuai selera). Oven dengan suhu 35oC, Setelah didapat warna keemasan dan tekstur membal, angkat lepas dari kertas  minyak, gunting kecil-kecil dan gulung kemudian kemas.


Tujuan dari pembuatan cemilan fruit leathers ini agar masyarakat jauh lebih kreatif dalam mengembangkan potensi lokal yang berupa buah pisang. Karena sifat dari cemilan ini hanya memerlukan bahan yang gampang dan mudah hanya butuh ketelatenan. Sasaran dari produk cemilan ini adalah masyarakat sekitar desa juluk, Sedangkan dalam pelaksanan bagaimana cara pembuatannya yaitu dalam bentuk sosialisasi dan praktik yang mana dilakukan oleh Mahasiswa KKN UTM kelompok 31. sosialisasi yang mereka yaitu memberikan pemahaman mengenai fruit leathers pisang dari bahan, pembuatan dan pengemasan sampai manfaat dan praktik yaitu bagaimana cara membuat fruit leathers pisang secara langsung di tunjukkan kepada peserta. Dapat dikatakan masyarakat cukup antusias dalam menerima materi dan turut andil dalam mempraktikkan olahan produk fruit leathers buah pisang sebagai bentuk inovasi.
Share:

Rabu, 02 Agustus 2017

Lomba Azan ikut Memeriahkan HUT RI 72 di Desa Juluk


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar suara azan, namun seringkali kita hanya sebatas mendear saja. Oleh Karena itu diadakan lomba azan tingkat anak yang diadakan di Desa Juluk untuk melatih kreativitas anak-anak desa juluk. Lomba ini merupakan serangkaian lomba untuk merayakan kegiatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Lomba ini merupakan lomba yang  pertama kali dilakukan di Desa Juluk. Kemerdekaan RI yang ke 72 adalah salah satu momen kebangkitan umat Islam dalam mensyiarkan agama Islam. Lomba azan ini diharapkan dapat melatih kreativitas dan bakat peserta dalam melantunkan suara azan yang merdu . Peserta dalam lomba azan ini diikuti oleh berbagai santri dari musholla-musholla yang berada di Desa Juluk. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 1 Agustus 2017. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Hambatan dalam lomba azan yaitu hanya terletak pada keterlambatan peserta. Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Juluk, Saronggi. Penonton yang hadir cukup banyak dan sangat antusias dalam memberikan semangat kepada peserta lomba
Share:

Selasa, 01 Agustus 2017

Semarak Agustus dengan Beragam Lomba Resmi Dibuka Oleh Ibu Kepala Desa

       1 Agustus 2017 tepatnya pada pukul 15.30 resmi dibuka Oleh ibu kepala desa. Dengan banyaknya masyarakat yang menantikan momen ini dimana ada lomba sepak bola sarung, tarik tambang putra, nyo’on talam, lari karung helm, lari karung umum dan perlombaan lainnya. Antusiasme masyarakat pun positif dibuktikan dengan banyaknya yang berpartisipasi untuk ikut di dalamnya ermasuk juga KKN 31 UTM yang sedang melakukan pengabdian di desa juluk Mahasiswa dari trunojoyo ini juga diminta oleh kepala desa untuk ikut dalam kepanitiaan seperi menjadi juri perlomaan. Amina selaku kepala desa berkata “dengan kembali diadakannya perlombaan semacam ini diharapkan dapat mempererat tali persuadaraan masyarakat desa juluk dan juga bisa ikut andil dalam memeriahkan HUT Republik Indonesia yang ke 72, hadiahnya pasti menarik jadi jangan khawatir” imbuhnya saat membuka acara tersebut
Share:

Your Name


Your Message*