Senin, 12 Juni 2017

DUSUN BUNOT

Awal mula berdirinya kampung (Dusun)  Bunut Desa Juluk. Desa Juluk awalnya mempunyai 2 kampung (Dusun) yang terdiri dari Dusun Polai dan Dusun Semtani, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya penduduk sekitar tahun 1950-an kepala kampung (Dusun) kewalahan dalam melaksanakan tugasnya. Mengingat wilayah Desa yang cukup luas dan  penduduk yang semakin bertambah, diangkatlah oleh kepala Desa Juluk, satu orang pembantu kepala kampung (Dusun) yang diberi nama (Apel Sasokon) letaknya disebelah baratnya Desa Juluk, penduduk disana patuh dan  taat kepada Kepala Desa dan Apel pembatu tersebut, dalam bahasa maduranya (nunut/manut) lima tahun kemudian karena di daerah tersebut penduduknya semakin bertambah dan masyarakatnya banyak yang bertani sehingga dibentuklah sebuah kampung (Dusun) baru, diambil namanya dari karakter masyarakatnya yang selalu manut dan nunut sehingga muncullah nama Dusun Bunut.
A.  Sosial Budaya
Keadaan sosial masyarakat di Dusun Bunut sudah dikatakan bagus, hal ini diketahui dari keadaan masyarakat yang sudah terbuka dengan dunia luar dan tidak buta terhadap teknologi. Interaksi yang dilakukan menjadi mudah ketika masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat luar (luar madura).  Masyarakat didusun ini  juga memiliki sikap antusias dan kompak  terhadap suatu kegiatan, dilihat dari kebiasaan masyarakat yang biasanya terdapat kegiatan dusun selalu  datang tepat waktu.
              
Gambar. 1.6 Rapat
B.  Pendidikan
Pendidikan adalah  satu hal yang penting dalam  memajukan tingkat kesejahteraan dan tingkat perekonomian pada khususnya. Untuk pendidikan di Dusun  Bunut  mayoritas masyarakat menutut ilmu di lembaga pendidikan formal,  dilihat dari banyak anak-anak yang sekolah di SD dusun lain, seperti SDN II Juluk dan SDN II Juluk.
C.  Ekonomi
Masyarakat Dusun Bunut memiliki beberapa sektor diantaranya sektor  peternakan dan pertan ian.  Ekonomi masyarakat dapat dikatakan baik  dalam  pengengembangan  maupun  pengotimalan sumberdaya lokal  daerah Dusun sudah dianggap optimal. Masyarakat cukup kreatif dan mau mengembangankan informasi tentang usaha yang bisa dilakukan masyarakat sesuai dengan kondisi Dusun.
Ø Mata Pencaharian
               Mata pencaharian masyarakat diD usun Bunut cukup  beragam,  namun mayoritas petani sebesar  85%, buruh 10%, dan untuk  pegawai (swasta/PNS) 5%.  Petani, banyak masyarakat yang bertani jagung, kacang hijau dan padi. Sedangakan  peternak , banyak masyarakat yang bertenak bebek, kambing dan sapi.
   
Gambar. 1.7 Lahan Persawahan
Ø Potensi Yang Dimiliki
               Potensi yang dimiliki di Dusun ini adalah buah pisang . potensi ini cukup dioptimalkan secara benar,  dimana sudah terdapat industri yang dikembangkan berdasarkan potensi tersebut, namun  masyarakat kiranya banyak mengalami kendala dan hambatan dalam proses pengembanganya.  Masalah umum seperti Pengetahuan  masyarakat yang minim akan  hal pengembangan produk yang bervariasi  home industri ,dan dalam usaha mereka belum memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

    

Gambar. 1.8 Home Industri Kripik Pisang
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Your Name


Your Message*